Welcome To My Blog. You Just Fun Be Happy :)

Welcome To My Blog. You Just Fun Be Happy :)

Senin, 10 September 2012

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (KN)

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF (KN)


I. JUDUL PENELITIAN

STUDI KORELASI SUMBER BELAJAR TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB.E JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008

II. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan adalah suatu hal yang sangat didambakan oleh siapa saja, baik oleh anak, remaja,maupun orang tua. Demi terciptanya pendidikan yang dicita-citakan diperlukan suatu kedisiplinan yang tinggi dari semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut”[1]. Dikatakan juga bahwa, “Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat, tetangga dan warga negara yang baik”.[2] Dikatakan bahwa, “Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar”.[3] Dikatakan bahwa, “Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu”.[4] Dikatakan bahwa, “Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain”.[5] Dikatakan bahwa, “Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain”.[6] Dikatakan bahwa, “Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan”.[7] Dikatakan bahwa, “Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar”.[8]
Namun kenyataan yang dihadapi lain dari yang diharapkan. Disiplin tidak selalu bisa ditegakkan dalam praktek di lapangan. Banyak masalah-masalah yang dihadapi peserta didik terkait dengan soal disiplin.Berdasarkan data di lapangan yaitu : Dari hasil pengamatan saya pada hari Selasa tanggal 15 April 2008, di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo, jam 10.30-12.00 WIB, ditemukan ada tiga mahasiswa terlambat mengumpulkan tugas Mata Kuliah Fiqih Keluarga. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 14 April 2008,di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo,jam 07.30-09.00 WIB, ditemukan ada lima mahasiswa terlambat masuk kuliah pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Dari hasil pengamatan saya pada hari Senin tanggal 25 Agustus 2008, di kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo, jam 07.30-12.30 WIB, ditemukan ada 10 mahasiswa tidak masuk kuliah jam ke-1, ke-2 dan ke-3, Mata kuliah Psikologi Perkembangan, Metode Penelitian Pendidikan dan Bimbingan Dan Penyuluhan. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai pelanggaran terhadap disiplin dalam pendidikan.
Ketidak disiplinan mahasiswa tersebut terjadi atas beberapa sebab, antara lain: sumber belajar yang kurang lengkap, dana yang kurang menunjang, media yang sangat terbatas, dan lain-lain. Dan dapat diambil suatu pertanyaan “Mengapa mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Ponorogo terlambat mengumpulkan tugas?”, terlambat masuk kuliah?”, dan tidak masuk kuliah?”. Realitas ini sangat penting untuk diteliti.
Untuk itu penelitian ini diangkat untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Banyak masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa terkait dengan soal disiplin. Dugaan sementara masalah tersebut adalah sumber belajar yang kurang lengkap. Dikatakan bahwa, yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian, sumber belajar itu merupakan bahan / materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi pelajar. Sumber belajar banyak sekali terdapat di mana-mana,di sekolah, di halaman, di pusat kota,di pedesaan,dan sebagainya. Para ahli sepakat bahwa segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[9] Dikatakan juga bahwa, dalam pengembangan sumber belajar , guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit. Untuk kepentingan tersebut perlu senantiasa diupayakan peningkatan pengetahuan guru dan didorong terus untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional, terutama dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal”.[10] Dikatakan bahwa, Sumber–sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada 1). Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu, 2). Pribadi guru sendiri yang pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas,yang perlu dimanfaatkan secara maksimal, 3). Sumber masyarakat.[11] Dikatakan bahwa, ada banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk lebih memperjelas bahan yang disajikan, misalnya,buku,media dan lingkungan.[12] Dikatakan bahwa, sumber belajar dapat dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, dan ketrampilan, dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar pada garis besarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1). Manusia, 2). Bahan, 3). Lingkungan, 4). Alat dan Peralatan, 5). Aktifitas.[13]
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang tersebut di atas , maka proposal penelitian ini kami beri judul “STUDI KORELASI SUMBER BELAJAR TERHADAP DISIPLIN MAHASISWA KELAS TB.E JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAIN PONOROGO TAHUN AKADEMIK 2007/2008 ”.

III. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah ;
A. Seberapa besar pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008 ?
B. Seberapa besar pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
C. Seberapa besar pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
D. Seberapa besar pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008 ?
E. Seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
F. Seberapa besar pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
G. Seberapa besar pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
H. Seberapa besar pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
I. Seberapa besar pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
J. Seberapa besar pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008?
IV. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian ini adalah :
A. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
B. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
C. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
D. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
E. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
F. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
G. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
H. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
I. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
J. Untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008

V. MANFAAT PENELITIAN
A. Manfaat Teoritis . Dari penelitian ini, secara teoritis akan menguji ada tidaknya :
1. Pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
2. Pengaruh manusia sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
3. Pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin preventif mahasiswa kelas TB. E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
4. Pengaruh bahan-bahan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
5. Pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
6. Pengaruh lingkungan sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
7. Pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
8. Pengaruh alat dan perlengkapan belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
9. Pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
10. Pengaruh aktivitas sebagai sumber belajar terhadap disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007/2008
B. Manfaat Praktis. Dari penelitian ini, secara praktis akan bermanfaat bagi :
1. Peserta didik supaya menjadi masukan yang berguna bagi dirinya untuk kemudian dapat diambil manfaat dan diamalkan dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Guru supaya menjadi koreksi terhadap kinerjanya selama ini, apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan ataukah masih ada yang mesti diadakan perubahan,baik dari strategi maupun metode.
3. Orang tua/wali supaya membantu mendorong/memotifasi anaknya demi tercapainya cita-cita.
4. Masyarakat supaya mengetahui betapa pentingnya pendidikan dan betapa besarnya pengaruh masyarakat terhadap keberhasilan pendidikan anak didik.
VI. LANDASAN TEORI / TELAAH PUSTAKA / KERANGKA BERFIKIR / PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Landasan Teori
Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian, sumber belajar itu merupakan bahan / materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi pelajar. Sumber belajar banyak sekali terdapat di mana-mana, di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan, dan sebagainya. Para ahli sepakat bahwa segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[14] Dalam Pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendaya gunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit. Untuk kepentingan tersebut perlu senantiasa diupayakan peningkatan pengetahuan guru dan didorong terus untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional, terutama dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal.[15] Sumber–sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada 1). Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenaan dengan mata ajaran tertentu, 2). Pribadi guru sendiri yang pada dasarnya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas,yang perlu dimanfaatkan secara maksimal, 3). Sumber masyarakat.[16] Ada banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk lebih memperjelas bahan yang disajikan, misalnya, buku, media dan lingkungan.[17] Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, dan ketrampilan, dalam proses belajar mengajar. Sumber belajar pada garis besarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1). Manusia, 2). Bahan, 3). Lingkungan, 4). Alat dan Peralatan, 5). Aktifitas.[18]
Adapun disiplin adalah suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsyafannya mematuhi terhadap perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal karena mengerti betul-betul tentang pentingnya perintah dan larangan tersebut. [19] Tujuan disiplin diri adalah mengupayakan akan pengembangan minat anak dan mengembangkan anak menjadi sahabat,tetangga dan warga negara yang baik.[20] Manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya. Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar.[21] Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakekatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai tertentu.[22]
Disiplin merupakan faktor penting pembentuk karakter para murid. Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, namun juga menyangkut perilaku yang lain.[23] Disiplin adalah belajar dan latihan. Orang yang sukses dalam bidang apapun__apalagi dalam seni bela diri__ dan bisa menjadi yang terbaik atau terhebat , selalu orang yang membebankan dirinya sendiri dengan disiplin yang lebih keras dari apa saja yang dibebankan oleh orang lain.[24] Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan.[25] Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar.[26]
B. Telaah Pustaka
Dari penelusuran yang telah dilakukan di ruang skripsi perpustakaan STAIN Ponorogo, ada 2 judul skripsi yang menuliskan terkait dengan disiplin, yaitu milik Ahmad Nawawi, NIM. 243982013, Skripsi Tahun 2003 dengan Judul "Studi Tentang Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kedisiplinan Mengajar Guru Di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun 2002/2003", dengan rumusan masalah : Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Bagaimana kedisiplinan guru MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, Adakah hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kedisiplinan mengajar guru di MTsN Karang Mojo 1 Magetan Tahun Pelajaran 2002/2003 ?, dan milik Binti Masruroh, NIM 243012019, Skripsi Tahun 2005 dengan judul "Upaya Guru BP Dengan Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun", dengan rumusan masalah : Bagaimana upaya guru BP dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?, Bagaimana upaya Komite Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Siti MTsN Sewulan Dagangan Madiun ?.
Adapun skripsi yang lain ialah terkait dengan sumber belajar. Seperti yang dituliskan oleh Lilik Purnami, NIM. 243982079, (2003) yang berjudul "Pengaruh Pemanfaatan Media Pengajaran Terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas I Di MTSN Ponorogo", dengan rumusan masalah: Media apa saja yang digunakan dalam proses belajar mengajar PAI kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, Apa kriteria pemanfaatan media pengajaran yang digunakan untuk mengajar PAI siswa kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, Bagaimana pengaruh pemanfaatan media pengajaran terhadap prestasi belajar PAI kelas I dan II MTsN Ponorogo ?, dan milik Hanik Afifah, NIM. 243022024 (2006), yang berjudul " Studi Tingkat Perhatian Siswa Terhadap Penggunaan Media Pembelajaran PAI Di MAN 2 Ponorogo", dengan rumusan masalah : Bagaimana penggunaan media pendidikan agama Islam di MAN 2 Ponorogo ?, Bagaimana perhatian siswa terhadap penggunaan media PAI di MAN 2 Ponorogo ?
C. Kerangka Berfikir
Berdasarkan hasil teori, dapat dibuat kerangka berfikir bahwa,
1. Jika manusia sebagai sumber belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
2. Jika manusia sebagai sumber belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
3. Jika bahan-bahan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
4. Jika bahan-bahan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
5. Jika lingkungan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
6. Jika lingkungan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
7. Jika alat dan perlengkapan belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
8. Jika alat dan perlengkapan belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
9. Jika aktivitas belajar baik, maka disiplin prefentif mahasiswa akan semakin baik
10. Jika aktivitas belajar baik, maka disiplin kuratif mahasiswa akan semakin baik
D. Hipotesis Penelitian
1. Ada pengaruh antara manusia sebagai sumber belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
2. Ada pengaruh antara manusia sebagai sumber belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
3. Ada pengaruh antara bahan-bahan belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
4. Ada pengaruh antara bahan-bahan belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
5. Ada pengaruh antara lingkungan sebagai sumber belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
6. Ada pengaruh antara lingkungan sebagai sumber belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
7. Ada pengaruh antara alat dan perlengkapan belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
8. Ada pengaruh antara alat dan perlengkapan belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
9. Ada pengaruh antara aktifitas belajar dengan disiplin prefentif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.
10. Ada pengaruh antara aktifitas belajar dengan disiplin kuratif mahasiswa kelas TB.E Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Ponorogo Tahun Akademik 2007 / 2008.


VII. METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini terdiri dari 2 variabel. Yaitu variabel Independen dan variabel dependen. Variabel independennya adalah sumber belajar dan variabel dependennya adalah disiplin.
Dengan demikian rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :





















Keterangan :
X : Sumber Belajar Y : Disiplin
X1 : Manusia Y1 : Disiplin Prefentif
X2 : Bahan Y2 : Disiplin Kuratif
X3 : Lingkungan
X4 : Alat dan Peralatan
X5 : Aktivitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar